Bencana Tanah Longsor


Belum lama ini,tepatnya tanggal  23 februari 2010 pukul 8:15 di kawasan wisata Kawah Putih Kecamatan Pasir Jambu Ciwidey Kabupaten Bandung,terjadi musibah yang tidak terduga-duga sama sekali oleh warga sekitar yaitu TANAH LONGSOR. sampai hari ini korban yang berhasil di temukan hingga sabtu kemarin baru 29 orang dalam keadaan meninggal.dan masih sekitar 16 korban yang belum ditemukan karena masih tertimbun oleh tanah dan belum di cari semuanya oleh para petugas Tim SAR dan warga yang ikut membantu dalam pencarian korban yang masih belum ditemukan.para korban selamat yang kehilangan keluarganya berharap agar jasad keluarganya yanh masih hilang dapat ditemukan.



Penyebap Tanah Longsor : 
Bencana tanah longsor ini dapat terjadi jika gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan.Gaya pendorong diakibatkan oleh oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan. Sedangkan penyebab gaya penahan adalah kekuatan batuan dan kepadatan tanah.
Ini semua dimulai saat musim kering yang panjang, pada saat itu terjadi penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Akibatnya terjadi rongga-rongga dalam tanah yang kemudian disusul adanya retakan dan rekahan di dalam tanah.
Di indonesia biasanya bencana tanah longsor terjadi pada bulan november. Tahu sendirikan di bulan itu intensitas curah hujan meningkat. Melalui tanah yang merekah pada musing kering itu, air hujan akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral.
Ditambah sudut lereng yang terjal atau mencapai sekitar 180 derajat sehingga dapat menyebabkan tanah longsor. Dan sudah barang tentu akibat paling pahit akan dialami oleh orang yang tinggal di dekatnya.
Akibat dari Tanah longsor sebenarnya bisa dihindari seperti membuat vegetasi atau tidak tinggal di tempat penyebab bencana ini dapat terjadi. Masih banyak kok tanah untuk tempat tinggal yang layak di indonesia.


Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan tanahseperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:
  • Erosi yang disebabkan sungai-sungai atelombang lautauglaut yang menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam
  • lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujanlebat
  • gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah
  • gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
  • getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
  • berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju.
    Strategi dan upaya penanggulangan bencana :
    1. Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas utama lainnya
    2. Mengurangi tingkat keterjalan lereng
    3. Meningkatkan/memperbaiki dan memelihara drainase baik air permukaan maupun air tanah. (Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan airn dari lereng, menghidari air meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Jadi drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam tanah).
    4. Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling
    5. Terasering dengan sistem drainase yang tepat.(drainase pada teras - teras dijaga jangan sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah)
    6. Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanaman yang lebih pendek dan ringan , di bagian dasar ditanam rumput).
    7. Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat
    8. Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan
    9. Pengenalan daerah rawan longsor
    10. Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall)
    11. Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam tanah.
    12. Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction(infeksi cairan).
    13. Utilitas yang ada didalam tanah harus bersifat fleksibel
    14. Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.
     
    Sumber : Buku Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia, Set BAKORNAS PBP

0 Response to Bencana Tanah Longsor

Posting Komentar